Kamis, 11 Juli 2013

Cerpen Nu Dimension : FANBOY


Maaf kalo ceritanya jelek bin gaje, saya baru pemula dan tidak pandai merangkai kata.

FANBOY


KARYA           :  ACHA LASYA


            Pada awal semester genap, semua siswa di sekolah manapun masih belum terbebani oleh padatnya pelajaran, tak terkecuali siswa-siswi SMA Dimensi. Terlihat anak yang sedang bermain basket, bercanda dengan temannya, dan sebagainya. Tapi semua aktivitas terhenti ketika 4 cowok kece datang dengan mobil limousinnya. Semua cewek berkumpul dan memandangnya kagum. Mereka adalah Nu Dimension, Gank sekaligus Boyband atau lebih tepatnya disebut Vokal Grup Idola remaja putri di SMA Dimensi. Anggota Nu Dimension terdiri dari Bagus Cahya Adi Suryanto, Romy Syalasa Putra, Johanan Ariel Matulessy, & Ryan Hartanto Tedja. Senyum maut mereka mampu membuat cewek – cewek yang tergabung dalam Fansclub mereka “Dimensionist” klepek – klepek. 




Tapi, teriakan histeris mereka pun terhenti ketika ada cewek berparas cantik dan bertubuh mungil menyapa anak NuDi. Spontan Bagus, Ryan, & El berjalan menyusul cewek itu. Cewek itu bernama Angelica Rona, artis sekaligus model terkenal di Indonesia. Hampir semua cowok di SMA Dimensi mengagumi Angel, tak terkecuali Bagus, Ryan, & El. Hal itu sontak membuat Bagfight (fans Bagus), RyanFever (fans Ryan), & Elovers (fans El) merasa sedikit envy pada Angel. Tapi hal itu tidak berlaku bagi Rominians (fans Romy) karena idolanya tidak termasuk kategori Angelizer (fans Angel). Oke, itu hal biasa yang terjadi di SMA Dimensi.

          Keesokan harinya, terlihat Romy & Bagus sedang bermain futsal di lapangan. Kali ini, mereka seperti biasanya yaitu datang lebih awal, tidak seperti 2 kawannya, Ryan & El yang terkadang nyaris terlambat.

          “El sama Ryan pada kemana sih? Kok belum dateng?” Tanya Romy sambil menendang bola dan memasukkannya ke gawang.

          “Lo kayak gak tau mereka aja. Biasa, masih molor!” jawab Bagus sambil menangkap bola dari Romy dan memberinya lagi.

          Romy hendak memasukkan bola ke gawang. Kali ini tendangannya lebih keras. Alhasil, bola itu melayang jauh dan mengenai kepala seorang cewek. Romy menghampiri cewek itu.

          “Hey! Kamu gak apa – apa kan?” Tanya Romy memastikan.

          Cewek itu menoleh, namun tidak merespon Romy.

          “Hey, aku bilang maaf. Apa ada yang sakit? Ayo ku antar ke UKS.” Sambung Romy yang hendak meraih tangan cewek itu, namun ditepisnya.

          Cewek itu kembali tak merespon dan ia pun pergi dengan tak berbicara sepatah kata pun.

          “Bro, siapa tuh cewek?” Bagus menghampiri Romy dan menepuk pundaknya.

          “Gak tau, bro!” jawab Romy mengangkat bahunya.

          “Dia secantik Angel gak?” Bagus memperhatikan cewek itu dari belakang.

          “Jiah… Lo, El, & Ryan pikirannya sama ya. Angel mulu yang dipikirin. Haha…” canda Romy sambil mendorong tubuh Bagus diselingi tawa Bagus.

          Yah, begitulah canda khas mereka. Romy sangat akrab dengan Bagus karena mereka sekelas. Sedangkan Ryan akrab dengan El karena mereka juga sekelas. Walau berbeda kelas, mereka tetap sering ngumpul untuk latihan di basecamp mereka.

          “Anak-anak, hari ini kalian kedatangan teman baru.” Ucap Pak Isa Raja selaku kepala sekolah SMA Dimensi di depan kelas Bagus & Romy.

          “Annyeong Haseyo, johnun Park Nabe imnida. Kamsahamnida! (Hai. Nama saya Park Nabe. Terimakasih)” jelas cewek itu yang merupakan teman baru Bagus & Romy di kelasnya.

          “Nabe dari Korea. Dia murid pertukaran pelajar Indonesia-Korea. Nabe gak bisa Bahasa Indonesia & Bahasa Inggris. Temani dia ya.” Jelas Pak Isa Raja yang mempersilakan Nabe duduk di bangku yang berseberangan dengan Bagus & Romy.

          Bagus memperhatikan Nabe dengan detail. Ia tersenyum memandang Nabe, dan senyumnya pun dibalas oleh Nabe. Kemudian, Nabe memandang Romy yang melirik sinis padanya. Hal itu membuat Nabe sedih, ia juga mengingat kejadian tadi pagi. Ketika bola yang Romy tendang mengenai kepalanya. Ia tidak merespon perkataan Romy karena ia tidak mengerti perkataannya dan jika ia bicara, Romy pasti tak akan mengerti. Oleh karena itu, ia pergi meninggalkan Romy.

          Terkenalnya Korea di Indonesia dimulai dengan adanya ginseng korea, drama korea, artis korea, dan sebagainya. Sekarang cewek Korea pun datang. Para cowok pun mulai terpesona dengan kecantikan Nabe dan ingin berkenalan dengannya, termasuk Ryan & El.

          “Kimchi… Taekwondo… Lee Min Ho! SuJu?” ucap El menggunakan nama – nama terkenal di Korea dengan gayanya.

          Nabe pun menganggukkan kepalanya seraya tersenyum.

          “Annyeong Haseyo! Dangsin-eun indonesia leul joh-ahabnikka ? (Hei. Apa kamu suka Indonesia?)” ucap Ryan dengan Bahasa Korea dan dengan nada suara ala Drama Korea.

          “Ye. naneun indonesia leul joh-ahanda. naneun indonesia eumsig-eul joh-ahanda. hangug-eoleul malhal su issseubnikka? (Ya, aku suka Indonesia. Aku suka makanannya. Hey, kamu bisa Bahasa Korea juga?)” tanya Nabe yang mulai tersenyum setelah dia menemukan orang yang bisa Bahasa Korea dan bisa diajak ngobrol.

          “Gomawo!” Ryan yang tidak mengerti apa yang diucapkan Nabe pun menjawabnya dengan asal-asalan dan meninggalkannya.

          Nabe terlihat sedih. Belum ada seorang pun yang menemaninya dan mengajaknya berkomunikasi. Ia duduk di kantin sambil menikmati bakso, makanan Indonesia yang ia suka. Disana terlihat Bagus & Romy yang sedang menikmati makanannya juga. Sekilas, Bagus memperhatikan Nabe sambil tersenyum. Sedetik kemudian, Romy memperhatikan Nabe dengan ekspresi datar.

          Seusai makan, Nabe menyendiri di atap sekolah sambil menikmati semilirnya angin yang berhembus disana. Ia menangkap seekor kupu – kupu, lalu melepaskannya.

          “Maaf soal kejadian itu. Kalo kamu nggak ngerti, bilang aja sesuka kamu.” Romy menghampiri Nabe secara tiba – tiba.

          "dangsin-eun mueos-eul mal haessneunga ? nan ihaega an dwaeyo ? dangsin-eun na-ege " joesonghabnida "leul mal haessneunga ? geulae, nan dangsin-eul yongseo . (Kamu bilang apa? Aku nggak ngerti. Apa kamu minta maaf? Ya, aku sudah memaafkanmu).” Jawab Nabe dengan isyarat tubuh, pertanda ia tak mengerti apa yang diucapkan Romy.

          “Oke, aku ngerti. Kamu lucu.” Balas Romy yang seolah mengerti maksud Nabe. Ia tersenyum dan meninggalkan Nabe. Sedangkan Nabe tidak mengerti apa maksud kedatangannya itu.

          Sementara itu, Angel sedang membawa beberapa buku yang berisikan tugas yang telah ia kerjakan selama dispensasi. Ia hendak mengumpulkannya pada guru mata pelajarannya.

          “Ni hao, Angel!” sapa Ryan pada Angel dengan Bahasa Mandarin. Ia menyombongkan diri karena dirinya dan Angel memiliki keturunan tionghoa.

          “Ohayou gozaimasu, Angel!” sapa El pada Angel dengan Bahasa Jepang, karena Angel baru saja pemotretan dari Jepang.

          “Ni hao, Ryan! Ohayou gozaimasu, El-kun!” sahut Angel tersenyum.

          “Angel, serius amat! Aku temenin ya!” ucap Ryan mendekati Angel.

          “Weits, Cuma temenin doang? Bantuin dong, bro! Kayak gue nih!” ledek El sambil mengambil beberapa tumpukan buku di tangan Angel.

          “Eh, nggak usah! Aku bisa sendiri kok!” ujar Angel yang hendak mengambil bukunya, namun tangannya ditepis oleh El.

          Tiba – tiba HP Angel bergetar tanda panggilan masuk dari seseorang. Angel menerimanya, dan mendengarkan seseorang berbicara disana. Rupanya Angel ditelepon assistantnya untuk memintanya dispensasi lagi. Angel pun menyetujuinya.

          “Maaf ya, aku ada dispensasi lagi. Kalian tolong antarkan buku ini ke Pak Isa Raja dong. Aku buru – buru. Bye!” ucap Angel tergesa – gesa sambil memberi tumpukan bukunya pada Ryan dan El lalu meninggalkan mereka. Ryan dan El pun saling berpandangan.

          “Ryan, lo emang sohib gue yang paling baik deh. Lo anterin buku ini yah! Bye!” ucap El disertai cengirannya sambil memberi tumpukan buku itu lalu pergi meninggalkan Ryan.

          “El, lo mau kemana? Woy!” Ryan yang merasa diisengi sahabatnya pun mengejar El sambil keberatan membawa tumpukan bukunya.

          Keesokannya, Bagus melihat Nabe sedang latihan dance bersama Chasya, Yvaine, Ayrania, & Fala. Nabe ingin mendapat teman, oleh karena itu ia mengikuti ekskul dance. Chasya, Yvaine, Ayrania, & Fala dengan senang hati mengajarkannya. Mereka menggunakan bahasa isyarat untuk berinteraksi.

          “Hey!” sapa Bagus menghampiri Nabe yang tengah istirahat seusai latihan dance. Nabe membalasnya dengan tersenyum.

          “I’m Bagus.” Sambungnya memperkenalkan dirinya dengan isyarat tubuh, mengacungkan jempolnya seperti memuji seseorang dengan kata bagus.

          Bagus merasa Nabe tidak mengerti. Namun ia tidak putus asa. Dikeluarkannya kamus Indonesia-Inggris dan menunjukkan kata “good” yang artinya “bagus”. Nabe pun mengerti apa yang dimaksud Bagus. Nabe mengeluarkan kamus Korea-Inggris yang ia miliki.

          “I’m Nabe.” Nabe menunjukkan kata “nabi” pada kamusnya yang artinya Butterfly (kupu – kupu).

          Dan dari situlah yang membuat Nabe tersenyum sejak ia berkenalan dengan Bagus. Bagus selalu membantu Nabe untuk menyampaikan apa yang ia inginkan pada temannya. Bagus juga sabar mengajarkan Bahasa Indonesia pada Nabe walau harus mentranslatenya ke Bahasa Inggris lalu Bahasa Korea. Mereka pun membeli kamus Indonesia-Korea di toko buku.

          Setiap pagi, Bagus dan Nabe selalu bersama. Bermain pingpong bersama, ke perpustakaan bersama, dan sebagainya. Tapi, siapa tau jika ada sesuatu lain yang membuat Nabe tersenyum. Setiap pagi juga, ia slalu mendapat sebuah gambar kupu – kupu di bawah bangkunya. Dan itu terjadi berkali – kali. Nabe memastikan apakah Bagus yang menggambar itu, tapi Bagus menggeleng. Nabe pun penasaran, tak terkecuali Bagus.

 


          Bagus tidak nafsu makan. Ia juga tidak bisa tidur. Ia berfikir keras, siapa yang mengirimi Nabe gambar itu. Tapi ia tidak bisa menuduh orang sembarangan. Bagus pun curhat pada Romy, Ryan, dan El di Basecamp.

          “Bro, gue penasaran deh. Ada orang yang nyoba deketin My Butterfly Girl.” Ungkap Bagus memulai pembicaraan.

          “Hah? Maksud lo, kupu – kupu malam?” Tanya El kaget.

          “Ngaco lu! Ya bukan lah! Maksud gue, si Nabe.” Jawab Bagus kesal.

          “Lo suka sama Nabe?” Tanya Romy tak kalah kaget.

          “Yaelah, Rom! Seisi sekolah ini juga udah tau kali kalo Bagus suka sama Nabe.” Jelas Ryan sambil menepuk pundak Romy. Romy tertunduk.

          “Ya, kayanya cuma gue doang yang gak tau. Kirain lo suka sama Angel.” Timpal Romy.

          “Iya, gue emang suka sama Angel. Tapi suka sebagai idola aja, gak lebih.” Papar Bagus.

          “Oh gitu. Berarti saingan gue berkurang dong!” ujar Ryan dengan senyum kemenangan.

          “Weits, Saingan terberat lo ada di depan mata lo!” El mendongakkan wajah Ryan dan menunjuk dirinya sendiri.

          “Kalo lo suka sama Nabe, lo tembak dia.” Saran Romy sambil memandang Bagus.

          “Ya, gue bakal ngasih dia surprise. Kalian bantu gue ya.” Pinta Bagus pada temannya disertai anggukan setuju dari temannya. Bagus mengirim sms pada cowok-cowok teman sekelasnya untuk merencanakan surprise pada Nabe.

          Lalu, mereka berlatih mengolah vocal untuk perform mereka di pensi besok. Bagus menjajal suaranya dengan scream, Romy dengan rap dan beatbox, Ryan dengan suara halusnya, dan El dengan suara yang mencapai nada tinggi, dan dibarengi dengan stage act yang memukau. Mereka istirahat sejenak, Romy mengeluarkan sebotol air mineral.

          “Rom, minta air dong! Haus!” pinta Bagus.

          “Oke!” Romy melempar botol air pada Bagus. Namun botol itu ditangkap El yang lebih dulu ketimbang Bagus.

          “Weits, gue dulu yah, gus! Haus banget soalnya!” El langsung meminum air itu. Lalu El melemparkan botol air pada Bagus. Namun botol itu ditangkap Ryan lebih dulu ketimbang Bagus.

          “Ups, sorry gus! Gue haus banget daritadi. Hehe…” ucap Ryan cengengesan dan Ryan langsung meminum air itu. Lalu Ryan melemparkan botol air pada Bagus. Namun botol itu ditangkap Romy lebih dulu ketimbang Bagus.

          “Wah, ini botol balik lagi ke tangan gue. Gue masih haus gus! Sorry ya!” Romy meminum air itu.

          Bagus yang merasa diisengi oleh anak NuDi itu menjadi kesal. Ia memandang mereka dengan tatapan merana, iri melihat temannya yang telah melepas dahaga. Romy melempar botol air ke Bagus, namun botol itu ditangkap Nabe yang baru saja datang ke Basecamp NuDi.

          “Guys, gue duluan ya. Biasa, ada urusan. Bye!” ucap Romy tergesa – gesa.

          “Sok sibuk lo. Hati – hati, Bro!” pesan El disertai anggukan Romy.

          Nabe menatap Romy dengan perasaan aneh. Sekilas Romy melirik ke arah Nabe. Mereka pun berpapasan.

          “Nabe, itu.” Bagus menunjuk benda yang dipegang Nabe. Nabe memberinya pada Bagus yang langsung diminum olehnya.

          “Yah, tinggal setetes.” Ucap Bagus diiringi dengan wajah melasnya.

          “Tenang, gue masih ada kok!” ucap Ryan yang berhasil membuat Bagus tersenyum.

          “Tuh, ambil sono di rumah gue. Haha…” ledek Ryan.

          “HAUUUSSS!!!” Bagus mengeluarkan scream andalannya. Ryan dan El tertawa. Nabe yang merasa agak mengerti pun ikut tertawa.

          Bagus mengantar Nabe latihan dance bersama Chasya, Yvaine, Ayrania, & Fala. Nabe mencoba menghafal gerakan dance sendirian, sementara Bagus ditemani Chasya, Yvaine, Ayrania, & Fala untuk melihat perform Nabe. Disitu, Bagus meminta mereka untuk membantunya member surprise pada Nabe, dan mereka menyetujuinya.

          Keesokan malamnya, pensi dimulai. Penampilan pembuka dimeriahkan oleh Nu Dimension. Mereka membawakan lagu dari Avenged Sevenfold yang berjudul A Little Piece of Heaven yang sukses membuat para Dimensionist histeris dan berdecak kagum.

https://www.youtube.com/watch?v=saIt41MNh68 


 Lalu dilanjutkan oleh performance dance Nabe, Chasya, Yvaine, Ayrania, & Fala yang menamai grup mereka “LolliLove”. Setelah perform LolliLove selesai dan mereka hendak turun panggung, lampu seketika padam. Nabe tersentak kaget, ia juga tidak tahu bahwa Chasya, Yvaine, Ayrania, & Fala tengah turun dari panggung. Lalu Bagus naik ke panggung, menghampiri Nabe. Bagus menunjuk ke arah penonton. Seketika penonton kaum adam dan Anak NuDi pun serempak mengangkat senter mereka dan berbaris dengan rapi. Sehingga terbentuk kata berbahasa Korea yang artinya “Aku Cinta Kamu.” 

Para Dimensionist yang tergolong Bagfight agak kecewa, tapi mereka harus menerimanya dengan lapang dada demi kebahagiaan Bagus. Bagus memandang Nabe penuh harap, menunggu balasan Nabe. Tapi Nabe turun panggung, meninggalkan Bagus dengan mata berkaca – kaca. Bagus kecewa, begitu pula dengan penonton lainnya. Dimensionist terutama Bagfight yang juga kecewa pada Nabe.

          Keesokan harinya, terlihat Romy sedang memegang pensil dan kertas. Namun ia tak jadi menggunakannya, ditaruhnya pensil dan kertas itu ke dalam tasnya lagi.

          Tak ada satupun orang yang mati karena patah hati, kecuali ia bunuh diri. Bagus ingat betul kata-kata ayahnya yang sering bercerita ketika masih muda. Tapi situasi ini terlihat sangat menyakitkan lebih dari apapun. Seperti biasa, Bagus datang lebih awal dan ia tengah duduk sendiri di koridor sekolah.

          “Bagus, lo baik-baik aja?” Tanya Romy menghampiri Bagus.

          “Gue nggak ngerti. Kalo Nabe gak suka sama gue, terus apa arti dari semua ini? Seharusnya gue yang ngegambar kupu-kupu itu.” Ucap Bagus tanpa mengalihkan pandangannya ke bawah, menunduk lemas.

          “Hey, lo jangan bilang gitu.” Romy menasihati Bagus.

          “Suer deh! Tiap Nabe deket sama gue, gue gak pernah ngeliat dia sebahagia itu kecuali waktu dia dapet gambar itu. Kira – kira, siapa yang ngegambar itu? Cemen banget dia! Kalo dia pengen ketemu Nabe, temuin aja langsung. Dia sama aja nusuk gue dari belakang!” ungkap Bagus panjang lebar masih dengan pandangan yang sama.

          “Mungkin dia nggak bermaksud nusuk lo dari belakang. Mungkin aja dia nggak tau kalo lo suka sama Nabe.” Kali ini Romy mengeluarkan pendapatnya..

          “Hey, kenapa lo malah ngebelain dia ketimbang gue?” Bagus menatap Romy.

          “Yang ngegambar itu… gue!” Romy mengakuinya. Ia menyesal dengan apa yang ia perbuat terhadap sahabatnya.

          “Oh, jadi lo? Lo kan tau kalo gue suka sama Nabe. Tapi kenapa lo masih ngincer Nabe?” Bagus kaget mendengar pengakuan Romy. Kali ini ia memandang Romy dengan ekspresi marah.

          “Gue baru tau kemaren.” Jawab Romy tertunduk.

          “Kenapa lo gak berusaha cari tau sendiri? Lo mau nusuk gue dari belakang, Hah?” Bagus beranjak berdiri dan ia mendorong Romy, mencengkeram kerah seragamnya.

          “Gue nggak nusuk lo dari belakang! Setelah gue tau lo suka Nabe, gue udah nggak ngirim gambar itu lagi.” Jelas Romy melepaskan cengkeraman tangan Bagus.

          “Lo sok mau jadi pahlawan?” Bagus mengepalkan tangannya di sakunya, ia tengah bersiap memukul Romy. Namun El dan Ryan datang tepat waktu dan melerai pertengkaran mereka.

          “Kalo lo suka sama dia, tembak dia!” ucap Bagus masih dengan kemarahannya. El dan Ryan berinisiatif memisahkan Bagus dan Romy sejenak, untuk menenangkan emosi mereka. El mengajak Bagus ke lapangan, sementara Ryan mengajak Romy ke ruang music.

          “Ada masalah apa lo sama Romy?” tanya El memulai pembicaraan.

          “Ternyata selama ini yang ngirim Nabe gambar itu Romy.” Jawab Bagus masih kesal.

          “Apa? Lo jangan asal nuduh gitu dong, Bro!” pungkas El tak percaya mendengar pernyataan Bagus.

          “Dia bilang, dia nggak tau kalo gue suka sama Nabe.” Ucap Bagus meyakinkan El.

          “Ya, dia emang baru tau kemaren. Lo inget kan waktu kita ngumpul di basecamp? Dia aja kaget waktu lo bilang lo suka sama Nabe.” Jelas El sambil menepuk pundak Bagus, memberi pengertian padanya.

          Mendengar jawaban El membuat Bagus semakin kesal. Ia pun meninggalkan El sendirian dan hendak menuju atap sekolah. El yang merasa dikacangin pun pergi menuju ruang musik, menemui Romy dan Ryan.

          Saat menaiki tangga menuju atap sekolah, Bagus berpapasan dengan Nabe. Mereka berhenti dan bertatapan sejenak. Bagus masih kesal atas perlakuan Nabe padanya malam itu. Ia membuang muka dan meninggalkan Nabe yang memandangnya lebih lama. Hal itu membuat Nabe merasa bersalah padanya.

          Ryan menemani Romy curhat di ruang musik. Ryan sempat marah mendengar pernyataan Romy. Walau begitu, ia tetap respect pada Romy.

          “Yaudah, lo mending minta maaf sama Bagus.” Saran Ryan.

          “Iya, tapi gimana caranya?” tanya Romy bingung.

          “El, gimana Bagus?” tanya Ryan pada El yang baru saja datang.

          “Dia pergi. Mungkin mau menyendiri.” Jawab El agak ngos-ngosan.

          “Yaudah, coba lo telpon dia, Rom!” usul Ryan disertai anggukan setuju Romy.

          Di atap sekolah, Bagus tengah merenung. Mencoba melupakan kejadian menyakitkan di hari itu, namun tetap saja tidak bisa. Lalu HPnya bergetar, pertanda ada panggilan masuk. Tertera nama Romy di layar HPnya. Bagus pun merejectnya dan kembali meletakkan HPnya ke saku celananya. Di seberang sana Romy, Ryan, dan El kecewa pada sikap Bagus. El dan Ryan berjanji akan membantu Romy agar baikan dengan Bagus.

          Sementara itu, Nabe menghampiri bangkunya. Ia tidak melihat gambar kupu – kupu yang biasanya terletak di bawah bangkunya. Ia sempat menerka – nerka bahwa yang mengirimi gambar itu adalah Bagus. Sungguh, Nabe semakin merasa bersalah pada Bagus. Nabe pergi menuju lapangan, untuk melupakan semuanya. Disana, para Dimensionist seperti menggunjingnya, Nabe tau itu. Ia bertemu Chasya, Yvaine, Ayrania, & Fala. Mereka seakan kecewa pada Nabe. Nabe pun tak menghiraukan mereka, ia memasang headset ke telinganya dan mendengarkan lagu.

          “Annyeong Haseyo! (hai)” ucap seorang cewek menepuk bahunya.

          “Annyeong Haseyo! (hai)” jawab Nabe tersenyum.

          “Johnun Angelica Rona Imnida (Nama saya Angelica Rona). ” Ucapnya memperkenalkan diri.

          “Johnun Park Nabe imnida. dangsin-eun hangug-eoleul hal su issseubnikka? (Nama saya Park Nabe. Apa kamu bisa Bahasa Korea)?” tanya Nabe pada Angel.

          “Ne, daman jogeum  (Ya, sedikit).” Jawab Angel tersenyum.

          Dari situlah Nabe mendapat teman selain Bagus. Dengan Angel yang sedikit menguasai Bahasa Korea dapat membantu Nabe untuk berkomunikasi. Angel juga mengajari Nabe Bahasa Indonesia. Senyum Nabe pun mulai tersungging kembali di bibir mungilnya.

          Bagus masih belum turun dari atap sekolah. Ia kembali mengambil HPnya yang daritadi bergetar. Tertera 10 pesan dari Romy yang isinya permintaan maafnya. Namun, ia tertarik membuka 3 MMS Romy yang isinya gambar anak NuDi yang dihukum Pak Isa Raja:


 pose gokil NuDi:




 dan pose gokil dirinya dengan Romy:


 Bagus tersenyum ketika mengingat semua itu. Bagus juga menyadari jika sahabat itu lebih dari segalanya. Lalu, ia pun membalas pesan Romy. “Gue bakal bantuin lo nembak Nabe :)”. Itulah isi pesan Bagus pada Romy. Hal itu sukses membuat Romy, El, dan Ryan tersenyum lega di seberang sana.

          Keesokan harinya, Nabe datang lebih awal seperti biasanya. Ia menemukan secarik kertas yang bertuliskan 나는 음악 에서 당신을 만나고 싶어 (temui aku di ruang musik). Dengan rasa penasaran, Nabe mencari ruang musik sambil membawa kertas itu. Di koridor, ia bertabrakan dengan Angel. Angel mengambil kertas Nabe yang jatuh ke lantai. Angel yang mengerti tulisannya langsung menunjukkan arah letak ruang musik. Angel terburu – buru dan ia pergi menuju kelasnya. Sementara Nabe harus melewati lapangan untuk menuju ruang musik. Ia melihat Ryan dan El yang duduk disana.

          eum-ag syeossnayo? (Ruang Musik)?” tanya El, disertai anggukan Nabe. El menunjuk sebelah perpustakaan.

Angel? (Liat Angel)?” tanya Ryan. Nabe menunjuk kelas Angel. Lalu El dan Ryan berlomba untuk menuju kelas Angel.

Nabe tiba di ruang musik. Ia mendapati Romy tengah duduk disana. Tanpa mereka ketahui, Bagus tengah mengintip mereka melalui jendela. Kali ini ia mencoba tersenyum, mengikhlaskan Nabe pada sahabatnya.

i dangsin ibnikka (Ini gambarmu)?” Nabe menghampiri Romy. Ia mengeluarkan gambar kupu – kupu yang selalu ia simpan di tasnya serta secarik kertas itu. Romy mengangguk.

“Kenapa?” tanya Nabe. Ia pertama kali menggunakan Bahasa Indonesia yang ia hafal dan sering dengar.

“Saranghae! (Aku suka kamu)! Ungkap Romy tanpa basa – basi.

Nabe menunduk, lalu menatap Romy dalam diam. Ia menghela nafas.

hajiman geuui iss-eoss-eoyo,. PACAR. (Tapi aku sudah punya dia, PACAR). Ungkap Nabe sambil memperlihatkan wallpaper HPnya yaitu foto pacarnya.

Romy tertunduk lemas, ia mengerti dengan ucapan Nabe.

“Gimana kalau kita berteman?” usul Nabe pada Romy.

“Ya, teman.” Jawab Romy tersenyum.

“Kita teman?” tanya Bagus yang datang tiba – tiba.

“Ya, kita teman.” Jawab Romy dan Nabe berbarengan. Mereka pun tersenyum dan tertawa bersama.

Sekarang, Nabe sudah lega melihat Romy dan Bagus baikan. Ia juga sudah baikan dengan Chasya, Yvaine, Ayrania, & Fala selaku rekannya di LolliLove. Ia juga harus balik ke Korea, karena waktu pertukaran pelajarnya sudah habis. Bagus dan Romy mengantar Nabe ke bandara untuk mengucapkan salam perpisahan. Sebelum pergi, Nabe memberi hadiah pada Romy dan Bagus. Nabe pun melambaikan tangannya, sebagai tanda perpisahan. Mungkin suatu saat Nabe akan balik lagi ke Indonesia. Bagus dan Romy langsung menuju sekolahnya karena ada bimbel. Setelah sampai disana, mereka baru membuka hadiah dari Nabe yang berisi cupcake berukirkan Nu Dimension, serta selembar kertas yang bertuliskan “Terima kasih, Bagus dan Romy. Aku pasti akan kembali ke Indonesia :)”.

 



Dan, sepertinya cerita ini jadi Happy Ending. Semuanya pasti pernah mengalami patah hati. Namun pada akhirnya, mereka akan menemukan kebahagiaan, kan?

.

.

.

.

“Arrgh! Sakit banget, Bro!” Romy mengerang kesakitan. Kepalanya terkena benturan bola yang dilempar seseorang.

“Kepala lo?” tanya Bagus memastikan.

“Hati gue.” Jawab Romy menunjuk hatinya. Bagus pun cengo.

“Sorry. Tadi aku yang ngelempar bola itu.” ucap seorang cewek menghampiri mereka.

“Angel? Oh, nggak apa – apa kok. Tenang aja! Hehe...” pungkas Romy disertai seringainya. Bagus tercengang mendengar ungkapan Romy barusan. Seolah tidak seperti Romy yang biasanya.

Ryan dan El menyusul Angel, sepertinya mereka envy pada Romy dan Bagus. Mereka berempat pun mulai ribut. Karena Angel merasa dicuekin, ia pun memilih untuk pergi dan menghindari pertengakaran gaje mereka.


Dan apakah Romy dan Bagus telah menjadi FanBoy seperti Ryan dan El? Lalu bagaimana nasib Rominians, Bagfight, RyanFever, dan Elovers di SMA Dimensi saat ini? Entahlah.


-END-



Wah wah, ending yang tidak elit. Ngegantung yah? Hihi :D

Berikut adalah foto pemain :


Nu Dimension (kiri : Bagus, El, Ryan, & Romy)

Twitter: @baguscahya11 @joelmatulessy @RyanHTOfficial @Romy_Syalasa

 



Park Nabe

 



Angelica Rona




Chasya = Lasya Febrina Fitri (Twitter : @lasyacha )




Ayrania = Ikbar Fathimah Az-zahra ( Twitter : @Azmac_Raifawh )



Fala = Imamah Yusrinal Falahi ( Twitter : @yusrinalimamah )





Yvaine = Veronica Wiena Hendrawan / Park Hye Gyung (Twitter : @Verovien )








Nah, sebenarnya cerita ini terinspirasi dari Film Pendek Thailand yg berjudul 'Lollipop Love Story'. Pemeran aslinya yaitu :


MOO : PAPON MHA (disini sebagai Bagus)

KAO : VARIS :LIMATIBUL (disini sebagai Romy)

NABE : YEON SOO CHO

(Foto Atas : Nabe, Foto Kiri : Kao, Foto Kanan : Moo)

 

 




https://www.youtube.com/results?search_query=lollipop+love+story+full+movie+eng+sub&oq=lollipop+love+story&gs_l=youtube.1.0.0l10.1930.9842.0.11938.23.17.1.5.5.1.244.2600.5j10j2.17.0...0.0...1ac.1.11.youtube.-xihVQt8_Lg


Film ini menurutku memiliki pesan moral yg sangat berarti. Makanya aku bikin versi Indonesia dan memakai Nu Dimension sebagai tokohnya. Kenapa memilih mereka? Karena aku mengidolakan mereka. Tapi aku bukan plagiat ya, kan aku udah ngakuin kalo terinspirasi dari film ini. Makanya, sekedar sharing aja. Tapi disini gak aku buat sama persis kok. Kreatif dikit lah! :)

Sorry juga kalo Bahasa Korea nya amburadul wkwk :D Maklum, saya bukan orang Korea :P


Soal cerita ini... mungkin para pembaca Dimensionist cewe merasa Happy Ending, karena nggak ada couple. Hahaha... :D

Tapi menurut Dimensionist yg di dalam cerita ini mungkin merasa Sad Ending, karena mereka masih ngidolain Angel yg bikin envy. Huhuhu... *pukpuk*

Tapi guys, jangan lupa! ini hanya karya fiktif belaka! Apabila ada kesamaan nama dan tokoh, mohon dimaklumi. Buat para tokoh yang sudah saya bikin menderita, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN YAH! :D


Thank You :)   



11 komentar:

  1. siip cha, tapi aku penginnya nudi di pasang2in sama kita berempat bukan sama nabe *just saran*

    BalasHapus
  2. ceritanya kayaknya lebih banyak dialognya jadi hampir mirip naskah drama, mungkin lebih di pertajam di konflik atau permasalahannya, sah - sah aja pakai tokoh dari orang terkenal, tapi kadang novelis lebih memilih membuat karakter tokoh sendiri yang dia bangu dari bawah dan suatu saat hal itu juga yang akan menjadikan ciri dari novelis tersebut, tapi sebagian besar udah ok, imajinatif banget, kalau terus diasah dan dilatih buat kayak gini, siapa tahu ntar novelnya bakal booming hahahaha, n maaf kalau kritikannya lebih banyak dari pada sarannya, semangat ya acha...........ayo kamu bisa........

    BalasHapus
  3. aku suka percakapannya ada bhsa korea dll. jdi lebii harmonis aja kliatannya :)

    BalasHapus
  4. Azmac Raifawh : haha, ntar bisa dikeroyok fansnya NuDi kita ik wkwk :D *plak*


    Idea Yakin : thanks mas saran n tanggapannya, karena ini yg pertama aku publish ke dunia maya jd aku pake tokoh artis dulu. biar lebih ngena mas :)


    Sekar Arum : hehe, thank you :) tapi b.koreanya msh amburadul. sorry kalo bnyk yg salah ^^

    BalasHapus
  5. kalo salah gpp, kan bisa diperbaiki. bisa bahasa korea ya ? aku ngerti pas yg ngenalin diri itu aja, sisanya cuma bca transletnya aj haha ^^
    visit back ke blog ku ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekar arum : gak juga, pake translator hehe :D Ok, thanks udah bersedia komen :)

      Hapus
  6. bagus chaaaaa!!! wkwkw tapi ini lebih mirip fanfict loh kata aku :)))))))) aku ingin baca cerita selanjutnya XD coba aja yang jadi Angel akuuuu~ hwaaaah XD. tapiiiii kalau aku jadi nabe pasti aku nerima bagus wkwkwkwk *plaked* aku tunggu yaaaa, karya yang selanjutnya! Atau chapter 2nyaaa!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekar Arum : (y)

      Santy Liesdayanty : sankyuu Saa! :) yah, bayangin aja Nabe itu kamu. Chapter selanjutnya, mw bikin Sasuke-Sakura-Itachi (SasuSakuIta) deh. Kalo penasaran sm Sakura versi orangnya, bayangin aja aku. Pasti hasilnya Fantastic, Baby! Mwehehe :D *hajared* #SantayMan

      Hapus