Halaman

Selasa, 13 November 2012

4 Ikans Jadi - Jadian

4 Ikans Jadi - Jadian. Ini merupakan kisah saya sewaktu saya masih bersekolah di Sekolah Dasar. Dulu saya memiliki kelompok bernama SnB Gank (Smile and Brandalz). Disini saya akan mengeluarkan UNEK - UNEK saya tentang kisah saya. Berikut ceritanya :

PEMERAN :


Acha Lasya as MARIO (saya bertranformasi menjadi cowo cakep)
VERSI CEWE                                                                                                          VERSI COWO


Aulia J. as DELIA
Yang ini foto temen saya. Cantik kan?



Wulan Cynthia M. as MARINA
Yang ini foto temen saya juga. Chinese kan?




Rizqi Kurnianty as DELARY
Yang ini juga foto temen saya. Imut kan?





Lokasi = Musholla sebelah kamar mandi (anggap aja itu tempat tempat yang sesuai dengan cerita saya ^^


Ok, kalo begitu kita mulai saja! Cekidot man! ^_~


            “Kring…kring…” jam weker Mario berbunyi. Dengan perlahan, ia membuka kelopak matanya yg masih ada beleknya #uek. “Hoaamh!” Tanpa sengaja ia membuka mulutnya sambil menguap, tak lupa dengan menutup mulutnya dg tangan kekarnya lalu mencium aroma uapannya tadi #nyahaha. Lalu ia membuka jendela beserta gordennya agar sinar matahari bisa dengan leluasa masuk menyinari kamarnya. Tetapi… *baca dg gaya dan intonasi ala host silet* Sinar ultraviolet itu telah melampaui batas!!! Sinar itu masuk tepat bola mata Mario dan dg refleks ia menutup matanya dg tangan kekarnya sambil apose #ce’elah.

            Tak lama kemudian, HP Mario bergetar, tanda sms masuk. Tertera nama “Delia bawel + cerewet” di HPnya. Ternyata isi smsnya adalah “Mar, anterin gue ke pasar buat beli ikan pindang!” sontak membuat Mario sweatdrop seketika. Sebenernya, Mario sih males banget nganterin Delia ke pasar, Cuma beli ikan pindang doing lagi. Tapi Mario mengurungkan niatnya tersebut, pasalnya Delia tajir *tajin kallee* banget n slalu nraktir Mario jikala dia lagi KanKer alias KANtong KERing! So, apa boleh buat!

            “Tiit…tiit…” Mario tiba di rumah Delia dengan motor bututnya sambil mengklaksonnya agar Delia cepat keluar. Tapi hal itu percuma, karena Delia belum keluar juga. Akhirnya setelah menunggu 30 menit, Delia keluar juga dengan penampilan yg hm… sungguh menarik pesawat! “Lu mo ke pasar atau mo konser sih?” Tanya Mario blak-blakan! “Udah ah jangan banyak bacot lo, buruan ah cabut!” bentak Delia.

            Setelah mengendarai motor sejauh 5km, mereka harus melintasi jembatan JaheMadu yg di bawahnya terdapat sungai yg keruh dan bau agar bisa sampai ke pasar. Samar – samar mereka mendengar jeritan. Karena sangat penasaran, merekapun berhenti di jembatan dan turun ke tepi sungai. Tampaklah 2 wanita yg sedang terapung di sungai. Tapi, mengapa mereka tidak punya kaki? Melainkan, sirip? Ah, tidak! Mereka bukan wanita! Tapi mereka adalah Putri duyung! Tanpa pandang bulu, Mario and Delia langsung ngibrit karena ketakutan melihat putri duyung tsb.

            “Hei tunggu! Kami tidak bermaksud menakut-nakuti kalian!” kata putri duyung yang pertama. “Tenang saja, kami tidak akan memakan kalian!” kata putri duyung kedua.
Dengan seketika, Mario dan Delia menghentikan langkah kakinya dan kembali menghampiri kedua putri duyung itu. “Perkenalkan, gue Marina!” kata putri duyung pertama. “Perkenalkan, gue Delary!” kata putri duyung kedua. “Gue Mario!” kata Mario. “Gue Delia!” kata Delia. Mereka berempat pun saling berjabat tangan.

            “Kami disini ingin meminta bantuan kalian. Tolong sampaikan pada warga di sekitar sungai ini, jangan membuang sampah dan limbah sembarangan!” perintah Marina. “Ya, karena banyak sampah dan limbah disini sungai ini menjadi keruh dan bau. Selain itu, teman-teman kami banyak yg mati karena keracunan!” sambung Delary. “Ba-ba-ik!” ucap Mario dan Delia terbata-bata karena masih ketakutan.“Bagus! Sebagai imbalannya, kami akan mengabulkan permintaan kalian!” hibur Marina sambil tersenyum. “Tapi, kami hanya membatasi satu permintaan saja.” tegas Delary seraya tersenyum.

Mendengar ucapan Marina dan Delary barusan, Mario dan Delia tersenyum seketika. Mereka pun memikirkan apa yg akan mereka minta pada Marina dan Delary. Lalu, muncullah sebuah ide dari Mario. Mario pun membisikkan idenya pada Delia. Delia pun mengangguk tanda setuju. Seringai licikpun tersungging di bibir mereka. “Ok, kami sudah memikirkan permintaan kita pada kalian.” ucap Mario masih dengan seringai liciknya. “Kami minta kalian menjadi ikan pindang yang enak dan lezat!” tegas Delia. Lalu dengan seketika, Marina dan Delary berubah wujud menjadi ikan pindang seutuhnya.

Mario dan Delia hendak membawa pulang ikan pindang tersebut sambil tertawa terngakak-ngakak dan sekencang-kencangnya. Tawa mereka ternyata dapat mendatangkan petir sekaligus kilat. Tidak diduga, petir dan kilat tsb menyambar mereka. Tak lama kemudian, Mario menjadi putra duyung dan Delia menjadi putri duyung. Sontak mereka menangis sekencang-kencangnya. Tetesan air mata mereka jatuh tepat pada Marina dan Delary yg menjadi ikan pindang itu berubah wujud menjadi manusia. Lalu, Marina dan Delary pun langsung ngibrit, ingin menikmati hidup menjadi manusia. Merekapun menaiki motor milik Mario dan langsung tancap gas. Karena mereka tidak bisa mengendarai motor, mereka pu menabrak pembatas jembatan dan jatuh lagi ke sungai. Akhirnya… Marina, Delary, Mario, dan Delia menangis tersedu-sedu di sungai dan di bawah jembatan JaheMadu.

~HEPI ENDANG~

Anggap saja pose kami seperti ini wkwkwk :D


*Loh, koq hepi endang? Bukannya sad ending yah kan mereka semua pada nangis?* unn, menurut saya sih hepi ending yah karena bisa membuat kalian semua para pembaca yg cantik, manis, imut, lucu tapi bohong itu tertawa terkikik-kikik kan? Hayyoo… ngaku! Masih inget kan ama kejadian ini? Keterlaluan banget kalo kalian sampe lupa! #plak. Hahaha, yg anehnya, kenapa kita tidak tau yah kalo si Yulia tuh ngintipin kita pas kita lagi acting? *APA?!* yah begitulah! Mungkin karena dia ngfanz kali yah sama kita ahihihi #ngareb. Emang bakat banget dia jadi mata-mata. Astajiim… koq jadi ngegosipin orang sih? Buakakak :D *Yulia: hassyiim!*

Ok, sekian cerita dari saya. Semoga para pembaca terhibur! Amin :)


4 komentar: