Rabu, 03 Oktober 2012

JAMUR TEMPE

JAMUR TEMPE

Bagi anda penggemar TEMPE (TEMPE LOVER) sudah pasti tidak asing lagi dengan makanan satu ini, yaitu TEMPE. Tapi tahukah anda apabila di dalam tempe terdapat jamur tempe? Apakah jamur tersebut merugikan atau justru menguntungkan? Berikut akan saya ulas beberapa fakta tentang jamur tempe. Bekicot gan! ^_^

Tempe adalah produk fermentasi yang dikenal oleh masyarakat Indonesia dan mulai digemari pula oleh berbagi kelompok masyarakat barat. Tempe dapat dibuat dari berbagai bahan. Namun demikian yang biasa dikenal sebagai tempe oleh masyarakat pada umumnya ialah tempe yang dibuat dari kedelai. Percobaan jamur tempe ini dilatar belakangi oleh rasa keingin tahuan kami terhadap jamur yang terdapat pada tempe. Selain itu, untuk mengetahui berbagai manfaat jamur yang terdapat pada tempe dan juga untuk menyadarkan masyarakat bahwa tempe mengandung gizi yang tinggi. Dan bukan sekedar makanan tingkat rendah.

kita dapat mengetahui jenis jamur yang terdapat pada tempe. Kita juga dapat mengetahui struktur jamur, bentuk tubuh jamur pada tempe. Dan yang paling penting adalah mengetahui manfaat yang terkandung jika mengkonsumsi tempe.


1.      Jenis Jamur tersebut adalah Rhizopus Oryzae.
2.      Bentuk hifa yaitu tidak bersekat.

3. Sebagai dekomposer dalam tanah dan berperan penting dalam siklus karbon.Berperan dalam beberapa simbiosis. Bermanfaat untuk pembuatan bahan makanan yang menggunakan fermentasi. Sebagai parasit pada amoeba.
4. Aseksual : 1. Ujung hifa membentuk gelembung sporangium yang menghasilkan spora.
                     2. Bila spora jatuh di tempat yang cocok akan tumbuh menjadi hifa baru.
                     3. Hifa bercabang – cabang membentuk miselium.
                     4. Sporangium menghasilkan spora baru.
Seksual  :   1.Dua ujung hifa berbeda, yaitu hifa negatif dan hifa positif.
                  2.Kedua ujung hifa menggelembung membentuk gemetangium yang terdapat
                     banyak inti haploid.                                                  
      3. Inti haploid gemetangium melebur membentuk zigospora diploid.                   
                  4.Zigospora berkecambah tumbuh menjadi sporangium.
                  5.Di dalam sporangium terjadi meiosis dan menghasilkan spora haploid keluar jika 
                     jatuh di tempat contoh dan akan menjadi hifa.
Tempe adalah makanan yang dibuat dari fermentasi terhabiji kedelai atau beberapa bahan lain yang menggunakan beberapa jenis kapang Rhizopus, seperti Rhizopus oligosporus, Rh. oryzae, Rh. stolonifer (kapang roti), atau Rh. arrhizus. Sediaan fermentasi ini secara umum dikenal sebagai "ragi tempe".
Kapang yang tumbuh pada kedelai menghidrolisis senyawa-senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana yang mudah dicerna oleh manusia. Tempe kaya akan serat pangan, kalsium, vitamin B dan zat besi. Berbagai macam kandungan dalam tempe mempunyai nilai obat, seperti antibiotika untuk menyembuhkan infeksi dan antioksidan pencegah penyakit degeneratif.
Secara umum, tempe berwarna putih karena pertumbuhan miselia kapang yang merekatkan biji-biji kedelai sehingga terbentuk tekstur yang memadat. Degradasi komponen-komponen kedelai pada fermentasi membuat tempe memiliki rasa dan aroma khas. Berbeda dengan tahu, tempe terasa agak masam.
Tempe banyak dikonsumsi di Indonesia, tetapi sekarang telah mendunia. Kaum vegetarian di seluruh dunia banyak yang telah menggunakan tempe sebagai pengganti daging. Akibatnya sekarang tempe diproduksi di banyak tempat di dunia, tidak hanya diIndonesia. Berbagai penelitian di sejumlah negara, seperti Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat. Indonesia juga sekarang berusaha mengembangkan galur (strain) unggul Rhizopus untuk menghasilkan tempe yang lebih cepat, berkualitas, atau memperbaiki kandungan gizi tempe. Beberapa pihak mengkhawatirkan kegiatan ini dapat mengancam keberadaan tempe sebagai bahan pangan milik umum karena galur-galur ragi tempe unggul dapat didaftarkan hak patennya sehingga penggunaannya dilindungi undang-undang (memerlukan lisensi dari pemegang hak paten).


Reproduksi Zygomicotina
Aseksual : 1.   Ujung hifa membentuk gelembung sporangium yang menghasilkan
                        spora.
                  2.   Bila spora jatuh di tempat yang cocok akan tumbuh menjadi hifa
                        baru.
                  3.   Hifa bercabang – cabang membentuk miselium.
                  4.   Sporangium menghasilkan spora baru.
Seksual  :   1.   Dua ujung hifa berbeda, yaitu hifa negative dan hifa positif.
                   2.  Kedua ujung hifa menggelembung membentuk gemetangium yang
                        terdapat banyak inti haploid.
                   3.  Inti haploid gemetangium melebur membentuk zigospora diploid.
                   4.  Zigospora berkecambah tumbuh menjadi sporangium.
                   5.  Di dalam sporangium terjadi meiosis dan menghasilkan spora
                        haploid keluar jika jatuh di tempat contoh akan tumbuh jadi hifa.
Ciri-ciri jamur yang termasuk dalam divisi Zygomycota adalah:  
a. biasa hidup sebagai saprofit;  b. miselium bercabang banyak dan hifa tidak bersekat sehingga terlihat seperti pipa atau buluh;  
c. dinding sel terdiri atas kitin, tidak memiliki zoospora sehingga sporanya merupakan sel-sel yang berdinding. Spora inilah yang tersebar ke mana-mana;  
d. perkembangbiakan secara aseksual dilakukan dengan spora yang berasal dari sporangium yang telah pecah. Beberapa hifa akan tumbuh dan ujungnya membentuk sporangium. Sporangium berisi spora. Spora yang terhambur inilah yang akan tumbuh menjadi miselium baru;  
e. perkembangbiakan secara seksual dilakukan dengan peleburan dua hifa, yaitu hifa betina dan hifa jantan. Hifa jantan adalah hifa yang memberikan isi selnya. Hifa betina adalah hifa yang menerima isi selnya.

Jamur tempe merupakan kelompok jamur zygomicotina yang banyak bermanfaat bagi tubuh manusia jika dikonsumsi sebagaimana mestinya. Pada penelitian kali ini ditemukan bahwa hifa pada jamur tempe tidak bersekat, mempunyai sel banyak, menyebar dalam sitoplasma, dan bersifat prikariotik. Dan bentuk tubuhnya seperti kecambah dan dominant menyerupai permen lollipop. Untuk pembentukan sporanya terjadi pada sporangium.
            Adapun cirri-cirinya sebagai berikut :
            1. Sebagai saprofit.
            2. Miselium bercabang banyak
            3. Hifa tidak bersekat
            4. Perkembangbiakan terjadi secara aseksual dan seksual
            Dan diketahui bersama mengetahui reproduksi Zygomicotina yakni secara aseksual dimulai dari ujung hifa membentuk gelembung, sporangium yang menghasilkan spora. Bila spora jatuh di tempat yang cocok akan menjadi hifa baru. Hifa yang bercabang – cabang membentuk miselium. Tubuh jamur terdiri dari Rhizoid, sporangiofor, dengan sporangium serta stolon. Dan sporangium tersebut menghasilkan spora baru. Secara seksual dua ujung hifa berbeda yaitu hifa + dan hifa – bersentuhan kemudian bergelembung membentuk gametangium yang terdapat banyak inti haploid. Inti haploid tersebut melebur membentuk zygospora diploid yang kemudian berkecambah membentuk sporangium. Di dalam sporangium terjadi meosis dan dapat menghasilkan spora haploid. Jika spora haploid keluar jatuh di tempat yang cocok maka akan menjadi hifa baru.

KESIMPULAN
Jamur tempe merupakan kelompok jamur zygomicotina yaitu Rhizopus Sp, mempunyai hifa tidak bersekat, berbentuk menyerupai kecambah, dan dominant seperti permen lollipop, dan pembentukan sporanya terjadi pada sporangium.

Seharusnya setelah kita mengetahui manfaat jamur tempe, yakni Rhizopus Sp kita hendaknya lebih sering mengkonsumsi tempe ^_^


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar